Al Qur’an bukan makhluk


 

.

Telah tetap dari imam Al Karobisi Rohimahullah sesungguhnya beliau berkata:لفظى بالقرآن مخلوق lafazku dengan al-Quran itu makhluk” dan perkataan ini pun di fahami juga dari perkataan Imam Abu Hanifah RODIYALLAHU Anhu,dan juga di fahami dari sebagian perkataan Imam Al muhaddis AL Bukhari RA yang memiliki kita As Sohih Al Jami ,walau pun ada sebagian orang yang kurang memahami perkataan Al Bukhari ini,adapun Imam Ahmad,maka beliau menisbatkan label jahmiyah bagi orang yang berkata seperti itu,dan menyatakan bidah bagi yg berkata;Alquran bukan mahluk”, maka sebenarnya dalam masalah ini perlu perincian dan penjelasan yang detail,dengan meminta pertolongan Allah seraya memujiNya,aku berkata:

Abu Ĥaniifah yang jelas termasuk salaf menjelaskan apa yang dimaksud dengan ungkapan: “Al-Qur’an tidak diciptakan” ketika beliau mengatakan dalam Al-Fiqh Al-Akbar:

 

والقرآن كلام الله تعالى في المصاحف مكتوب, وفي القلوب محفوظ وعلى الألسن مقروء, وعلى النبي عليه الصلاة والسلام منزل, ولفظنا بالقرآن مخلوق وكتابتنا له مخلوقة وقرائتنا له مخلوقة والقرآن غير مخلوق. 

 

:Al-Qur’an adalah kalam Allah Taalaa, yang ditulis pada halaman (muşĥafs), dihafal di dalam hati, diucapkan di lidah, dan di turunkan kepada Nabi (sall-Allahu alaihi wa sallam),Dan Ucapan kami dgn bacaan Al-Qur’an itu diciptakan, dan bacaan kami dari Al-Qur’an itu dibuat[MAHLUK], tetapi Al-Qur’an tidak diciptakan.

 

Maka kata “Al-Qur’an”, dalam ujung perkataan beliau itu maksudnya adalah sifat kalam Allah” yakni kalimat “al Qur’an” DALAM PERKATAAN itu mengacu pada SIFAT kalam Allah yang qodim/ kekal yang bukan berupa huruf, jadi tdk ada perbedaan antara kalimat: “sifat kalam ” dan kalimat “Al-Qur’an,” keduanya adalah sinonim. abu hanifah lebih membuat jelas lagi ketika ia mengatakan dalam beberapa paragraf berikutnya:

 

ويتكلم لا ككلامنا ونحن نتكلم بالآلات والحروف والله تعالى يتكلم بلا آلة ولاحروف. 

Allah berbicara, tetapi tidak seperti pembicaraan kita,kita berbicara melalui instrumen (pita suara, anggota badan, huruf,suara] tetapi Allah berbicara tanpa instrumen atau pun huruf.

 

والحروف مخلوقة وكلام الله تعالى غير مخلوق. 

 

huruf adalah ciptaan, dan kalam Allah itu tidak diciptakan.

 

Jadi Abuu Ĥaniifah mengatakan bahwa “Al-Qur’an itu kalam Allah,” dan kemudian berkata: “Allah berbicara dgn tanpa instrumen atau huruf.” lebih lanjut ia menekankan hal ini dengan mengatakan “huruf adalah ciptaan, dan kalam Allah itu tidak diciptakan,yakni sifat kalam Allah bukan dgn huruf…

 

Dari ungkapan beliau ini dapat disimpulkan bahwa kalaimat “Al-Qur’an” itu memiliki dua makna, Yang pertama adalah sifat kalam qodim Allah , sedangkan makna yang kedua adalah huruf, bahasa Arab fasih dalam mushaf, contoh makna ke dua ini seperti ketika seseorang berkata: “tolong bawakan al-Quran di rak”, yakni maksudnya mushaf. Ketika salaf berkata: “Al-Qur’an tidak diciptakan,”maka jelas yang dimaksud oleh mereka adalah makna yang pertama, bukan yang kedua.

Inilah penjabaran daripada perkataan Imam Abu Hanifah RA YANG MESTI KITA KETAHUI, Karena SELANJUTNYA kita akan menjumpai perkataan Al Imam Ahmad RA yg berkata;

 

ومن قال لفظي بالقرآن مخلوق فهو جهمي، ومن قال لفظي بالقرآن غير مخلوق فهو مبتدع 

 

: barang siapa berkata :lafazku dengan al-Quran adalah makhluk’ maka dia seorang Jahmi dan barang siapa berkata : ‘pelafadan Al Quran bukan makhluk’ maka dia mubtadi[ahli bidah]’ 

 

sedangkan sebagaimana telah di sebutkan bahwa imam Abu Hanifah berkata: ولفظنا بالقرآن مخلوق lafad kami dengan Al quran itu mahluk’ “maka ibarat dari perkataan beliau ini memungkinkan muncul pemaknaan atau penafsiran yg salah dan juga MUNGKIN  MAKNA yg benar.sebagaimana akan kita ketahui di depan

 

 

Adapun perkataan Imam Ahmad RA:

ومن قال لفظي بالقرآن مخلوق فهو جهمي، ومن قال لفظي بالقرآن غير مخلوق فهو مبتدع 

 

barang siapa berkata : lafazku dengan al-Quran adalah makhluk’ maka dia seorang Jahmi dan barang siapa berkata : ‘pelafadan Al Quran bukan makhluk’ maka dia mubtadi [ahli bidah] ‘

Maksud SEBENARNYA BELIAU DENGAN PERKATAANNYA TERSEBUT ADALAH sebuah bentuk larangan beliau atas dasar waronya beliau, supaya siapa pun jangan membahas dan berkata”lafad alquran itu mahluk atau pun bukan mahluk.

 

lalu jika seseorang berkata;lafadz kami dengan Al quran adalah mahluk /Al quran mahluk, “,perkataannya ini memiliki dua kemungkinan :

 

pertama jika maksud dari perkataan ” Al Quran ”  adalah bahwa bacaannya,huruf huruf dan suara dalam mushaf adalah mahluk, maka ini adalah benar,walau pun Salaf mengatakan bahwa perkataan Al-Qur’an mahluq/diciptakan dengan maksud huruf yang tertera dalam mushaf adalah mahluk, adalah bidah atau sebuah inovasi jelek,alasannya karena dapat menyesatkan seseorang,yakni  akan menimbulkan orang utk berpikir bahwa sifat Allah yakni kalamNya itu di ciptakan/dibuat. Ibnu Aabidiin dalam Ĥaasħiyah nya 3/712 (Dar Al-Fikr ) mengatakan: “Intinya bahwa yang tidak diciptakan itu adalah Al-Qur’an dgn makna “kalam Allah” yaitu sifat (abadi) yang tetap pada Diri-Nya, dan bukan “alquran” dalam arti ungkapkan huruf dalam mushaf. sehingga bukan makna ini yang dimaksudkan.

 

Kedua jika yang di maksud dengan perkataan ‘Al quran” itu adalah hanya tex dalam mushaf yg di baca lafadnya dan di sertai meniadakan sifat Kalam Allah ,dengan meyakini bahwa kalamnya hanyalah sesuatu yg di ciptakanNya yg di tulis di mushaf,atau di papan DLL,maka ini adaLah jahmi

 

Maka apa yang di maksud oleh imam Ahmad dari perkataan “lafadz alquran” itu memiliki dua makna:

Pertama adalah muta’aliq malfud;sesuatu yang taaluq dengan yang di lafadkan yakni sifat Kalam Allah,maka ini tdk ada kekuasaan bagi hamba dan tdk mungkin bisa di lakukannya,

Kedua adalah talafud; melafadkan tex dalam mushaf,maka ini adalah perbuatan hamba.

Nah jika seseorang berkata: “Al-Qur’an mahluq/diciptakan,” maka itu akan memberi waham;sangkaan atas makna yg pertama yakni sifat kalam Allah itu di ciptakan,maka ini jelas salah.dan begitu juga jika seseorang berkata Alquran tidak di ciptakan:,maka ini pun akan memberi waham; sangkaan atas makna yang kedua yakni sangkaan bahwa text huruf2 mushaf dan suara yg membaca mushaf tidak di ciptakan,dan ini pun salah, oleh sebab itu maka Imam Ahmad mengambil sikap melarang menyebutkan alquran mahluk atau pun bukan mahluk,karena keduanya akan menimbulkan waham;salah sangka. itulah kenapa Imam Ahmad RA berkata:

 

 

ومن قال لفظي بالقرآن مخلوق فهو جهمي، ومن قال لفظي بالقرآن غير مخلوق فهو مبتدع 

 

: barang siapa berkata :lafazku dengan al-Quran adalah makhluk’ maka dia seorang Jahmi dan barang siapa berkata : ‘pelafadan Al Quran bukan makhluk’ maka dia mubtadi[ahli bidah]’ 

 

Lalu Imam Abdullah Al bukhari menjelaskan dan memisahkan juga membedakan antara sesuatu yg berdiri pada Allah dengan sesuatu yang berdiri pada Hamba, Imam Bukhari menyebut mahluk bagi pelafadzan/lafad alquran yang ada pada mushaf alquran,begitu juga beliau menyatakan kemahlukan suara ,gerakan dan penulisan alquran,dan beliau menafikan kemahlukkan daripada mutaaliq malfud; yang di taaluqi oleh lafad Alquran yakni Kalam Allah,sebagaimana masalah ini telah di beberkannya dalam kitab kholqu af’al al ibad,di dalamnya beliau telah mendatangkan penjelasan dan perbedaan dengan luas antara keduanya yg dengannya hilanglah subhat dan jelaslah al haq,Berkata Al Bukhari RA DALAM KITABNYA KHOLQU AF’AL AL IBAD 2/119:

 

 بل المعروف عن أحمد وأهل العلم أن كلام الله تعالى غير مخلوق وما سواه فهو مخلوق وأنهم كرهوا البحث والتفتيش عن الأشياء الغامضة وكان يجتنب أهل الكلام والخوض والتنازع إلا فيما جاء به العلم وبينه النبي صلى الله عليه وسلم. 

 

:Bahkan yang maruf dari Imam Ahmad dan dari ahli ilmu sesungguhnya KALAM ALLAH itu tidak di ciptakan [bukan mahluk] dam adapun selainNya itu di ciptakan[mahluk] dan sesungguhnya mereka tidak suka membahas dan memperdalam atas hal hal yg samar dan karena itu imam ahmad menjauhi ahli kalam dan menjauhi memperdalam juga berselisih kecuali \dalam sesuatu yg datang ilmunya [yg qot’i] dan di jelaskan oleh Nbai SAW.

 

Dan telah mashur di kalangan salaf bahwa yg berkata lafad alquran mahluk adalah jahmi,dan yg berkata lafad alquran bukan mahluk itu adalah mubtadi[ahli bidah] yakni kebidahan selain bidah jahmiyah, karena perkataan ini [lafad alquran itu mahluk] memiliki dua makna;pertama mutaaliq malfud;yang taaluq dari sesuatu yg diBACA [Alquran] dengan maksud sifat kalam Allah yang bukan perbuatan hamba dan tdk kuasa di lakukannya, yang kedua adalah melafadkannya,ini adalah perbuatan hamba, dan ketika di katakan alquran mahluk dengan makna yg kedua, maka itu mencakup juga makna yg pertama,dan ini adalah perkataan jahmiyah,dan ketika pun di balik yakni berkata Alquran bukan mahluk,maka ini pun mencakup juga makna yg kedua,maka ini adalah biDah yg lain lagi yakni bidah kaum ittihad; allah/sifat Allah menyatu dgn mahluk,maka jelas perkataan “lafad alquran” ini memiliki makna yg mustarok;berbarengan antara makna talafud;melafAdkan dan makna mutaaliq malfud bih;yg taaluq dengan yg di lafadkan yakni SIFAT kalam Allah,ini berbeda dengan perkataan salaf:  

 

الصوت صوت القارئ ، والكلام كلام الباري

 

;Suara adalah suara yang membaca ,dan perkataan [kalam] adalah kalam Al bari [Allah]

 

maka sesungguhnya suara itu husus dengan perbuatan hamba dan tidak mencakup pada bacaan yang menjadi sebab adanya suara tersebut,berbeda dengan lafad sebagaimana di jelaskan sebelumnya,jika di maksud dengan lafad adalah sesuatu yg taaluq dgn yg dilafadkannya yakni alquran [dengan makna sifat Kalam Allah] dan meyakini bahwa itu di ciptakan maka ia adalah muktazilah karena kalam Allah tidak di ciptakan,tetapi jika maksudnya bahwa suara dan perkataanya itu mahluk,dan bukan apa yg di ucapkan dengannya yakni bukan yg taaluk dgn lafad tersebut [sifat kalam Allah] ,maka tidak apa apa,sebagaimana kita berkata:tinta mahluk yaitu sesuatu yg di pakai menulis alquran,suhuf mahluk,suara manusia itu mahluk,dan kita ketika berbicara itu mahluk,tetapi dengan keyakinan bahwa mutaaliq almalfudz; sesuatu yang taaluq dgn apa yg di baca dari alquran itu bukan mahluk,yaitu kalam Allah yg merupakan salah satu sifat daripada sifatNya. 

 

 

Dan oleh sebab itu Ad dzahabi membenarkan perkataan Al karobisi dan i’tidzar pada Imam Ahmad dengan perkataan beliau dakam siyar alam nubala 12/82:

 

 

ولا ريب أن ما ابتدعه الكرابيسي، وحرره في مسألة التلفظ، وأنه مخلوق هو حق، لكن أباه الامام أحمد لئلا يتذرع به إلى القول بخلق القرآن، فسد الباب، لانك لا تقدر أن تفرز التلفظ من الملفوظ الذي هو كلام الله إلا في ذهنك

 

:“Tidak diragukan, sesuatu bid’ah yang dilakukan Karabisi dan ditulisnya tentang masalah pelafalan Al-Qur’an dan menyatakan bahwa itu makhluk’ hal itu adalah benar, akan tetapi Al-Imam Ahmad menolaknya dengan alasan supaya tidak mengantarkan pada pendapat ”Al-Qur’an [sifat kalam Allah] makhluk,” Maka beliau (Al-Imam Ahmad) menutup pintu itu, karena engkau tidak dapat membedakan (kepada para pendengarmu) antara at-talaffuzh (perbuatanmu dalam melafazkan) dan al-malfuzh (yang di lafazkan) yaitu kalamullah kecuali hanya dalam benakmu sendiri.”

perkataan Imam dzahabi ini benar benar telah membuang kekeliruan dalam masalah ini…

 

 

kesimpulan:

Sesungguhnya ketika seseorang berkata:Pelafazan Alquran adalah mahluk /Alquran adalah mahluk,maka kita tanya:apakah yang di maksud oleh anda adalah perbuatan anda yg berupa gerakan lidah,bibir dan suara yg di dengar?? atau maksud anda adalah sesuatu yang taaluq dengan bacaan anda yakni sifat kalam Allah ??? jika maksudnya yang kedua, yaitu sifat kalam Allah,maka itu bukanlah mahluk. 

 

Maka sesungguhnya perkataan : Lafadz Alquran bukan mahluk dengan sikap menafikan atau menetapkannya”, itu tidak benar,Dan adapun dengan di rinci yaitu seandainya yang di maksud dengan lafad disana adalah talafud:melafadkannya yg merupakan perbuatan hamba,maka benar itu adalah mahluk,karena seorang hamba dan juga perbuatannya itu di ciptakan [mahluk],dan seandainya yang dimaksud dengan perkataan tersebut adalah sesuatu yg taaluq dengan lafad yg di bacanya yaitu Al quran [Kalam Allah] SEBAGAIMANA makna pertama “alquran”yg telah di sebutkan di atas,maka itu bukanlah mahluk,karena kalamNya adalah sifatNya dan sifatNya tidaklah di ciptakan [mahluk],nah rincian ini sesuai dengan isarah Imam Ahmad dalam perkataannya: 

 

من قال : لفظي بالقرآن مخلوق يريد به القرآن فهو جهمي “

 

:Barang siapa berkata:lafadku terhadap Alquran adalah Mahluk, maksudnya adalah Alquran maka ia adalah jahmi.

 

 

Maka perkataan beliau: “maksudnya adalah Alquran”, itu menunjukan bahwa jika seseorang mengatakan lafad Al quran adalah mahluk dan maksud dari perkataan tersebut adalah talafud;melafadkan tex alquran yang mana itu adalah perbuatan hamba,maka orang tersebut bukanlah jahmi…walllaohu a’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s