HIZBUT TAHRIR – Menyingkap Aqidah Qodariyah.


Hizbut Tahrir selama ini kita kenal sebagai organisasi yang gigih memperjuangkan berdirinya khilafah islam. Jargon-jargon islam selalu menyertai setiap gerakan mereka. Namun tidak banyak yang tahu sesungguhnya di balik itu, mereka membawa paham keagamaan yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal jamaah, baik di bidang akidah maupun syari’ah.

Organisasi Hizbuttahrir  didirikan pada tahun1953 di Jerussalem oleh Taqiyuddin An-Nabhani (penting dicatat, ini bukan Syeh Yusuf Annabhani, ulama’ sunni yang terkenal itu)

Taqiyuddin dibantu para koleganya yang telah memisahkan diri dari organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir. An-Nabhani adalah lulusan Al-Azhar Mesir yang berprofesi sebagai guru sekolah agama dan hakim. Ia berasal dari Ijzim Palestina Utara.

AQIDAH

Di bidang akidah, mereka cenderung berpaham Qodariyah, paham yang menganggap manusia bisa menentukan sendiri keinginannya tanpa terikat ketentuan Allah. Berikut beberapa buktinya:

  1. Dalam kitab As-Syakhshiyah Al-Islamiyah juz I bab Al qadha’ wal qodar (cet. Darul Ummah hal 94-95) Taqiyuddin berkata:

«وهذه الأفعال ـ أي أفعال الإنسان ـ لا دخل لها بالقضاء ولا دخل للقضاء بها، لأن الإنسان هو الذي قام بها بإرادته واختياره، وعلى ذلك فإن الأفعال الاختيارية لا تدخل تحت القضاء» اهـ الشخصية الإسلامية الجزء الأول باب القضاء والقدر: ص94 ـ 95

“Segala perbuatan manusia tidak terkait dengan Qadla (kepastian) Allah. Karena setiap manusia dapat menentukan kemauan dan keinginannya sendiri. Maka semua perbuatan yang mengandung unsur kesengajaan dan kehendak manusia tidak masuk dalam Qadla.”

  1. Pada As-Syakhshiyah Al-Islamiyah juz I bab Alhuda wad Dlolal (cet. Darul Ummah hal 98) penulis menyatakan

«فتعليق المثوبة أو العقوبة بالهدى والضلال يدل على أن الهداية والضلال هما من فعل الإنسان وليسا من الله» اهـ (الشخصية الإسلامية الجزء الأول : باب الهدى والضلال ص 98)

“Jadi mengaitkan adanya pahala sebagai balasan bagi kebaikan dan siksa sebagai balasan dari kesesatan, menunjukkan bahwa petunjuk dan kesesatan adalah murni perbuatan manusia itu sendiri, bukan berasal dari Allah.”

Ini jelas pendapat kaum Qodariyah yang menyimpang dari ajaran ahlussunnah wal jamaah karena bertentangan dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits. Allah berfirman

وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Allah menciptakan kalian dan Allah menciptakan perbuatan kalian”  (QS As Shaffat :96)

Ibn Abbas RA berkata :

«إن كلام القدرية كفر»

Sesungguhnya perkataan kaum Qodariyah adalah kufur”.

Bisa juga maksud Ibn Abbas dengan “kufur” di sini sebagai ‘warning’ bahwa hal itu mengarah pada kekafiran. Namun yang jelas mereka adalah ahli bid’ah.

Diriwayatkan pula dari Umar bin Abdul Aziz, Imam Malik bin Anas dan Imam Awza’i :

«انهم يستتابون فإن تابوا وإلا قُتلوا»

“Sesungguhnya mereka ( kaum Qodariyah ) diminta untuk bertaubat, jika menolak maka mereka dibunuh.”

Ma’mar meriwayatkan dari Towus, dari bapaknya. Bahwa seseorang berkata kepada Ibnu Abbas: “Banyak orang mengatakan perbuatan buruk bukanlah qodar ( kepastian ) Allah SWT,” maka Ibnu Abbas menjawab: “Yang membedakan aku dan pengikut Qodariyah adalah Ayat ini:

قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ -الأنعام/149

“Katakan! Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat, maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya. “QS.Al-An’am: 149.”

 

Tak cukup itu, HIzbut Tahrir malah menuduh ahlussunnah sama dengan kelompok sesat Jabariyyah, tanpa menyertakan bukti yang memadai. Taqiyuddin menyatakan dalam kitab As-Syakhsiyyah Al-Islamiyah juz 1 hal. 73:

والحقيقة هو ان رأيهم _ اي اهل السنة_ورأي الجبرية واحد فهم جبريون

Pada hakikatnya, pendapat mereka – ahlussunnah wal jama’ah – dan pendapat jabariyah adalah satu, maka mereka adalah termasuk kelompok jabariyah”.

SYARIAH

Di bidang syari’ah, HTI tidak mau terikat kepada salah satu dari madzhab empat – Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali – dan lebih mendahulukan ijtihad mereka sendiri, mereka juga tidak mengakui ijma’ sebagai dasar hukum selain ijma’ sahabat. Berikut beberapa contoh fatwa nyleneh mereka.

Dalam kitab mereka, At-Tafkir hal. 149

متى أصبح قادرًا على الاستنباط فإنه حينئذ يكون مجتهدًا، ولذلك فإن الاستنباط أو الاجتهاد ممكن لجميع الناس، وميسر لجميع الناس ولا سيما بعد أن أصبح بين أيدي الناس كتب في اللغة العربية والشرع الإسلامي ، – كتاب التفكير ص/149

” Sesungguhnya apabila seseorang mampu menggali hukum dari sumbernya, maka telah menjadi mujtahid. Oleh karenanya, maka menggali hukum atau ijtihad dimungkinkan bagi siapa pun, dan mudah bagi siapa pun, apalagi setelah mempunyai kitab lughot ( tata bahasa arab ) dan fiqh islam.”

Perkataan ini mengesankan terbukanya kemungkinan untuk berijtihad meskipun dengan modal pengetahuan yang sedikit.

DIALOG

Pada tanggal 23 – Sya’ban -1428H/ 5 – September – 2007M, beberapa pengurus PCNU kab. Pasuruan dan Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf selaku musytasyar PCNU Kab.Pasuruan berdialog dengan salah satu tokoh DPP HTI mewakili DPP HTI, di PP. Sunniyah Salafiyah Kraton, setelah membuat janji terlebih dahulu dengan DPP HTI. Dalam dialog tersebut jelas sekali perbedaan faham antara ahlussunnah wal jamaah dengan HTI, khususnya terkait masalah qodho’ dan qodar,

Tokoh HTI ini berterus terang mengakui secara lisan bahwa HTI memang tidak mengikuti rumusan Imam Asy’ari dan Imam Maturidi sebagaimana dianut ahlussunnah wal jama’ah. Rekaman dialog terdokumentasi dengan baik di Sunniyah Salafiyah

Alhasil, Hizbut Tahrir nyata-nyata berseberangan dengan Ahlussunnah. Pun demikian ini hanyalah sedikit dari penyimpangan mereka, masih banyak fakta-fakta yang belum terungkap. Tim FS

Iklan

5 thoughts on “HIZBUT TAHRIR – Menyingkap Aqidah Qodariyah.

  1. SEMUA MENGAKU PALING BENAR … TETAPI BUKAN BERARTI YG MENGIKUTI ORANISASI LAIN ITU PASTI MASUK SURGA KAN, ITU HANYA INDIVIDUX…..MAU DIA DARI GOL MANAKAH…. KLU NYATA2 MENCURI ATW TETAP JUGA SALAH, MENGERJAKAN LARANGANX… TIADA YANG MENJAMIN BAHWA SETIAP ORANG TAHU BAHWA DIA AKAN MASUK SURGA….”INTIX INTROPEKSI DIRI MASING 2,

    Permasalahanya saya kira agak rumit- semua merasa benar dan yang lain itu salah – inilah yang jadi masalah

    • Mengutip sepotong-sepotong dg maksud utk menyalahkan adalah perbuatan kaum liberal, walau mengaku Islam tp pola pikirnya tdk Islam. Sesama muslim kalo ada salah paham hrs tabayyun, jd tdk langsung memvonis “tdk benar”. Mari kita kuatkan ukhuwah Islamiyah, demi tegaknya Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.

      • Saya mengajak laum Muslimin untuk taat kpd Allah. Kita itu miskin Ilmu. AlQuran diturunkan dlm bhs arab yng kita tidak bisa memahaminya tanpa peran ulama. Kita wajib mengikuti para ulama yng salaf. Jangan cepat percaya dengan propaganda pemecah persatuan ummat Islam

  2. Ahlul Sunnah wal jamaah hanya nama…ngaku2 aja ahlul sunnah…bukannya NU itu yang mengangkat Soekarno jadi ulil amri…sehingga harus di taati….apakan seorang nasionalis benar untuk ditaati dalam ISLAM???????????? Ulama atau ahli bid ah nihhhhh

    TANPA JASA IR .SOEKARNO ……KALIAN SEKELUARGA NGINAP DIDALAM SEPTIK TANK PENJAJAH BELANDA.

  3. saya tdk menyalahkan siapa2 hanya masukan saja buat temen2 NU oriented. jargon yg sering digunakan NU adalah Ulama salaf dan Ahlussunah wal jama’ah. sampai batas zaman siapakah yg dianggap ulama salaf persi NU ? Bukankan ulama2 mutakhirin juga mengacu kpd ulama salaf ? yg namanya Ulama semuanya nyambung menyambung sbg “pewaris nabi” yg membedakan ijtihadiyahnya. Imam maliki dg imam syafei juga sering berbeda (padahal sezaman, malah guru-murid). terus, orang2 NU jangan ngumpet di ketiak Ahlussunah waljama’ah. Coba, definisikan bersama apa sesungguhnya Aswaja itu, jangan sepihak dong??? ana berikan iulustrasi, kadang2 masalah bid’ah pun beda persepsi. Bid’ah itu kan masalah2 yg langsung berkaitan dg ibadah? akan tetapi sering ana geli masa speker di mesjid, lampu dll disebut salah satu bid’ah hasanah. Itu kan tdk nyambung, ga ada orang di luar NU yg nyebut bid’ah. Itu kemajuan iptek bukan bid’ah. Nah, artinya kadang2 kita dari definisi saja sudah berbeda ya ga bakalan ada titik temunya sampai kapan pun. Orang2 NU oriented selalu mencap wahabi kpd kelompok yg ga sefaham dg tata cara ibadah orang NU, padahal kelompok lain ga nyebut NU itu syi’ah meskipun kata gusdur juga Syi’ah = NU – Imamah. thanks…

    .

    DENGAN SEGALA HORMAT
    aQIDAH sYI AH DENGAN aHLUSSUNNAH WAL jAMAAH ITU SANGAT BERTOLAK BELAKANG …..LALU DIMANA PERBEDAANNYA ….ADALAH DI RUBAHNYA AQIDAH OLEH SEKTE SYI AH.
    mENURUT PANDANGAN aHLUSSUNNAH kELOMPOK YANG TERMULYA SESUDAH WAFATNYA RASULULLAH SAW …ADALAH pARA sAHABAT mULYA yANG sANGAT DIMULYAKAN OLEH aLLAH SWT …BUKANNYA PARA PEMUKA SEKTE..APABILA PARA PEMUKA SEKTE DIANGGAP LEBIH MULYA DARI SAHABAT YANG BERNAMA ABU SYOFYAN …MISALNYA…???? …MAKA PERLU DITELITI APAKAH YANG PEMUKA SEKTE ITU ORANG YANG WARAS ATAU TIDAK…MAKANYA TIDAK ADA SATUPUN DARI PADA ULAMA AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH YANG MENGHINA SAHABAT …KARENA HIDUPNYA AKAN JADI MANUSIA TERKUTUK…..SYI AH DENGAN YAHUDI DAN KHAWARIJ ..ADALAH SETALI TIGA UANG……SAMA-SAMA SESATNYA —— WAHABI CENDERUNG MENGKAFIRKAN ISLAM YANG TIDAK SEFAHAM DENGANNYA….ANDAI WAHABI TIDAK DIBESARKAN OLEH POLITIK SAUDI ARABIA …APAKAH AKAN SEBESAR SEKARANG …ATAU …NYUNGSEP KEDALAM SEPTIK TANK….TANKIYU..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s