Nabi Ibrahim as dengan Tiga kesalahannya.


dalam artikel yang ini kami akan menyajikan 2 (dua) Hadits yang semakna

 Imam Bukhari rhl dan Imam Muslim rhl

.

1./ Riwayat oleh :Imam Muslim rahimahullahu

Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir; Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Jarir bin Hazim dari Ayyub As Sakhtiyani dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Sesungguhnya nabi ibrahim Alaihis Salam tidak pernah berdusta sama sekali, kecuali pada tiga kali kesempatan saja. Dua kali dusta yang berkaitan dengan dzat Allah,

yaitu ucapan nabi ibrahim yang berbunyi;

1

inni saqiim 

فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ ﴿٨٩

 Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya aku sakit”.

( QS Ash Shafaat: 89 )

 Dan ucapannya yang berbunyi;

 2

قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِن كَانُوا يَنطِقُونَ ﴿٦٣

. Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”

(Al Anbiya: 63)

 3

serta dusta tentang siti Sarah yang ceritanya sebagai berikut;

 Pada suatu ketika nabi ibrahim Alaihis Salam beserta istrinya yang cantik, Siti Sarah, pergi ke suatu wilayah yang dikuasai oleh raja yang kejam.

nabi ibrahim berkata kepada istrinya; ‘Wahai Istriku, ketahuilah jika raja yang kejam itu bahwa kamu adalah istriku, tentu ia akan membunuhku dan merebutmu dariku. Oleh karena itu, jika ia bertanya kepadamu, maka katakanlah kepadanya bahwa kamu adalah saudara perempuanku dan kamu memang saudara perempuanku seagama (sama-sama Islam) dan lagi pula di bumi ini tidak aku temui seorang muslim kecuali aku dan kamu.’

Ketika nabi ibrahim dan Siti Sarah memasuki wilayah raja yang kejam itu, maka seorang punggawa kerajaan melihat Siti Sarah.

Kemudian punggawa kerajaan tersebut melaporkan hal itu kepada rajanya yang lalim.

“ Wahai tuan paduka raja, sesungguhnya saya melihat seorang wanita datang ke wilayah kekuasaan paduka raja dan sepertinya tidak ada seorang pun yang pantas memiliki wanita tersebut selain paduka raja.”

Akhirnya raja lalim itu mengutus para punggawa kerajaan untuk menemui Siti Sarah sekaligus membawanya ke istana sang raja, sedangkan nabi ibrahim segera melaksanakan shalat dan berdo’a kepada Allah demi keselamatan istrinya, Siti sarah. Tetapi, [ ketika tangan raja lalim itu hendak menjamah Sitti Sarah ] tiba-tiba tangannya terasa terbelenggu dengan kuat.

Lalu raja lalim itu memohon kepada Siti Sarah seraya berkata;

” Wahai wanita cantik, berdo’alah kepada Tuhan agar Dia membebaskan tanganku dan aku berjanji tidak akan berbuat keji kepadamu.”

Lalu Siti Sarah pun berdo’a kepada Allah agar membebaskan tangan raja itu. Tetapi, begitu terlepas, ternyata raja itu ingin menjamahnya lagi, hingga tangannya terasa terbelenggu lebih kuat lagi dari yang sebelumnya.

Kemudian raja lalim itu memohon kepada Siti Sarah untuk berdo’a seperti permohonan yang sebelumnya. Tetapi, begitu terlepas, ternyata raja itu ingin menjamahnya lagi, hingga tangannya terasa terbelenggu lebih kuat lagi dari yang pertama dan yang kedua.

Lalu raja lalim itu berkata kepada Siti Sarah;

“ Wahai wanita cantik, berdo’alah kepada Tuhan agar Dia membebaskan tanganku dari belenggu ini. Demi Tuhan, aku berjanji tidak akan pernah lagi berbuat keji kepadamu.”

Kemudian Siti Sarah pun berdo’a hingga tangan raja itu terbebas dari belenggu tersebut. Setelah itu, raja pun memanggil punggawa kerajaan yang telah membawa Siti Sarah seraya berkata kepadanya;

“ Hai punggawa, ketahuilah bahwa wanita yang kamu bawa kepadaku itu adalah syetan dan bukan manusia. Oleh karena itu, bawalah ia keluar dari wilayah kekuasaanku dan berikanlah Hajar [ Siti Hajar ] kepadanya sebagai pelayan.”

Rasulullah bersabda:

“ Lalu Siti Sarah pergi dari istana raja itu dengan berjalan kaki. Ketika nabi ibrahim melihatnya, maka ia pun langsung menyambut dan mendekati seraya berkata; “ Bagaimana keadaanmu..?.. “

 Siti Sarah menjawab; “ Alhamdulillah. Aku baik-baik saja. Allah pun telah menghalangi tangan raja yang lalim itu untuk menjamahku dan ia pun memberiku seorang pelayan.”

Abu Hurairah berkata;

“ Ia [Siti Hajar] itu adalah ibu kalian wahai Bani Mai’s-Samaa’! ‘

ooooooOOOOOoooooo

 Ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan riwayat hadits

( QS Ash Shafaat: 85 – 90 )

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ ﴿٨٥

85. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Apakah yang kamu sembah itu?

 أَئِفْكاً آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ ﴿٨٦

86. Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?

 فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٧

87. Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”

 فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ ﴿٨٨

88. Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

 فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ ﴿٨٩

89. Kemudian ia berkata: “Sesungguhnya aku sakit”.

 فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ ﴿٩٠

90. Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.

( Al Anbiya: 62 -64  ) 

قَالُوا أَأَنتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ ﴿٦٢

62. Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?”

 قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِن كَانُوا يَنطِقُونَ ﴿٦٣

63. Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. 

 فَرَجَعُوا إِلَى أَنفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنتُمُ الظَّالِمُونَ ﴿٦٤

64. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”,

ooooooOOOOOoooooo

2./ Riwayat oleh :Imam Bukhari rahimahullahu

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin Talisd ar-Ru’ainiy telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb berkata telah mengabarkan kepadaku Jarir bin Hazim dari Ayyub dari Muhammad dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 nabi ibrahim ‘Alaihissalam tidak pernah berbohong kecuali tiga kali saja.

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Mahbub telah bercerita kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata;

Nabi ibrahim ‘Alaihissalam tidak pernah berbohong kecuali tiga kali.

 Dua diantaranya adalah dalam masalah dzat Allah ‘azza wajalla,

yaitu

inni saqiim

sesungguhnya aku ini sedang sakit

  [ QS ash-Shaffaat ayat 89 ]

 dan firman Allah Ta’ala:

bal fa’alahum kabiiruhum

akan tetapi patung yang besar inilah yang melakukannya

haadzaa

 [ QS al-Anbiya’ ayat 63 ]

  Beliau bersabda:

Dan ketika pada suatu hari dia sedang bersama dengan Sarah, istrinya, saat beliau datang kepada seorang raja yang zhalim lalu raja tersebut diberi informasi bahwa akan ada seorang laki-laki bersama seorang wanita yang paling cantik.

 Maka diutuslah seseorang menemui Ibrahim lalu utusan itu bertanya kepadanya, katanya; Siapakah wanita ini..?.

Ibrahim menjawab;

Dia saudara perempuanku.

Lalu Sarah datang, maka Ibrahim berkata: Wahai Sarah, tidak ada orang beriman di muka bumi ini kecuali aku dan kamu dan orang ini bertanya kepadaku lalu aku beritahu bahwa kamu adalah saudara perempuanku maka janganlah kamu mendustakan aku.

 Sarah pun dikirim kepada raja.

 Setelah Sarah menemui raja, raja itu rupanya ingin menyentuhnya dengan tangannya namun tiba-tiba tangannya lumpuh,

maka Raja berkata;

Berdo’alah kepada Allah dan aku tidak akan mengganggu kamu.

 Maka Sarah berdo’a sehingga tangan raja bisa kembali seperti semula.

 Kemudian raja ingin menyentuh Sarah untuk kedua kali, namun tangannya tiba-tiba lumpuh bahkan kelumpuhannya lebih parah sehingga raja memohon;

Berdo’alah kepada Allah dan aku tidak akan mengganggumu lagi.

 Tangan raja pun sembuh. Kemudian raja memanggil para pembantunya seraya berkata: Sungguh yang kalian bawa kepadaku ini bukan manusia, melainkan setan.

 Akhirnya Sarah dihadiahi Hajar [sebagai pelayannya]. Kemudian dia pulang dan mendapatkan Ibrahim sedang shalat maka dia memberi isyarat dengan tangannya yang inti pesannya Tunggu sebentar. {Sitti Hajar diberikan kepada Sitti Sarah sebagai hadiah –pen…}

 Sarah berkata;

Allah telah membalikkan tipu daya orang kafir atau fajir ke tenggorokannya. Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Itulah ibu kalian [bangsa Arab], wahai anak keturunan air langit [air zamzam] . [maksudnya karena air zamzam Allah Ta’ala keluarkan pertama kali untuk

Hajar dan Isma’il].

000000000000


INGATKAN DENGAN CARA YANG SANTUN

و حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى نَحْوِ أَهْلِ الْيَمَنِ قَالَ لَهُ إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَى فَإِذَا عَرَفُوا ذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ فَإِذَا صَلَّوْا فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمْ فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَلِكَ فَخُذْ مِنْهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ

 Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abu Al Aswad telah menceritakan kepada kami Al Fadll bin Al ‘Ala telah menceritakan kepada kami Ismail bin Umayyah dari Yahya bin Muhmmad bin Abdullah bin Shaifi ia mendengar Abu Ma’bad mantan budak Ibn Abbas, berkata,

aku mendengar Ibn Abbas berkata,

Dikala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz ke negeri Yaman, Nabi berpesan:

Wahai Mu’adz, engkau mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah pertama-tama yang engkau sampaikan adalah agar mereka mentauhidkan Allah ta’ala.

Jika mereka telah sadar terhadap hal ini, beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan lima shalat kepada mereka dalam sehari semalam.

Jika mereka telah shalat, beritahulah mereka bahwa Allah mewajibkan zakat harta mereka, yang diambil dari yang kaya, dan diberikan kepada yang miskin, dan

jika mereka telah mengikrarkan yang demikian, ambilah harta mereka dan jagalah harta mereka yang kesemuanya harus dijaga kehormatannya.”

HR-Imam Bukhari rahimahullahu

2 thoughts on “Nabi Ibrahim as dengan Tiga kesalahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s