Adzan dan Iqamah saat Bayi Lahir .


.

Dalam Artikel ini kami tidak banyak mengambil Fatwa dari para Ulama yang terpercaya , karena ketika kita menyuguhkan Dalil yang kita anggap cukup memadai , pasti ada kolompok lain yang menyanggahnya.

Adzan dan Iqamah saat Bayi Lahir. Bagi anda sebagai Orang tua, anak merupakan karunia yang diberikan Allah SWT . Sehingga wajib bagi kita untuk menjaga, merawat serta mendidik anak kita supaya menjadi anak yang sholeh dan taat dalam beragama. Bagi anda yang baru menjadi seorang bapak atau seorang ibu, mendidik anak sudah harus dimulai sebelum anak itu lahir ke dunia, tidak hanya dilakukan setelah ia besar. Jadi perlulah kita berbekal ilmu agar bisa mendidik anak kita sebaik mungkin

Salah satu bentuk pendidikan yang dilakukan terhadap anak mulai dari lahir berdasarkan tuntunan dalam agama kita  adalah membacakan adzan dan iqamah ketika anak tersebut baru saja dilahirkan. Apakah sobat semua sudah tahu tentang hukum dari amalan tersebut? Apakah hal ini diajarkan oleh nabi kita Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam? Untuk itu yuk mari kita belajar bersama-sama tentang hukum serta tata cara Adzan dan iqamah saat bayi lahir.

Hukum Adzan dan Iqamah saat bayi lahir. Berdasarkan kesepakatan para ulama, bahwa mengumandangkan adzan dan iqamah pada saat bayi terlahir ke dunia  hukumnya adalah sunnah.

Dalam Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, juz I, hal 61 dinyatakan bahwa adzan juga disunnahkan untuk perkara selain shalat. Di antaranya adalah adzan di telinga anak yang baru dilahirkan. Seperti halnya sunnnah untuk melakukan iqamah di telinga kirinya.

Dasar dari kesunnahan adzan dan iqamah saat bayi lahir dapat diketahui dari sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abi Rafi’ :

 عَنْ أبِي رَافِعٍ أنَّهُ قَالَ, رَأيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أذَّنَ فِيْ أذُنِ الحُسَيْنِ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ –سنن أبي داود

 Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ ia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW mengumandangkan Adzan di telinga Husain ketika siti fatimah melahirkannya. ( Yakni ) dengan Adzan shalat. ( HR Abi Dawud ).

 Tata cara mengumandangkan Adzan dan Iqamah saat bayi lahir  adalah dengan mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri bayi tersebut.

Fadhilah dan keutamaan Adzan dan Iqamah saat bayi lahir, Sayyid Alawi al-Maliki dalam Majmu’ Fatawa wa Rasa’il menyatakan bahwa mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri hukumnya sunnah. Para ulama telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun mengingkarinya.

Sayyid Alawi al-Maliki menyatakan, perbuatan itu ada relevansinya untuk mengusir syaitan dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagai mana yang keterangan yang ada dalam hadits.

Dengan demikian jelaslah hukum,tata cara dan keutamaan dari  mengumandangkan Adzan dan Iqamah saat bayi lahir. Semoga artikel ini bisa menjadi sarana untuk berbagi ilmu bagi kita semua. Semoga ilmu ini bermanfaat dunia dan akhirat. Sampai ketemu lagi sobat…di rublik artikel kami lainnya

 Sekilas tentang Adzan

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Jika panggilan shalat ( adzan ) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi,

lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, ‘Ingatlah ini dan itu’. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.”

[ HR – Imam Bukhari ]

By : Sumber Naskah

[ رَبَّنَا هَبْ لَنَ مِنْ أَزْوَاجِـنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةً أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا ]

Renungan

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اسْتُعْمِلَ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ

 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata,

telah menceritakan kepadaku Abu At Tayyah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

beliau bersabda:

Dengar dan taatlah kalian, sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyi yang berambut keriting seperti buah kismis.”

[ HR – Imam Bukhari ]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s