At-Taubah / Baraa-ah = pakai atau tanpa Basmalah,


At-Taubah / Baraa-ah,pakai atau tanpa Basmalah, diperbolehkan.

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

 

Imam Asy-Syathibi seorang Ulama ahli Qira’at terkemuka, dalam kitab “ Mandhumah Hirzul Amani mengatakan  : “ Dan kapan saja kamu mewashal atau memulai Surat Baraa-ah,maka kamu tidak diperkenankan membaca Basmalah , karena Surat tersebut diturunkan berhubungan dengan pedang ( perang )”.

Imam Abul Qasim Al-Bhaghdadi ( dalam Sirajul Qari ) ketika memberikan komentar atas perkataan Imam Asy-Syathibi tersebut, : “ Maksudnya , Basmalah tidak boleh dibaca diawal Surat Bara-ah, baik yang membaca al-Qur’an itu menyambungnya dari Surat Al-Anfal atau memulai dengannya.maksudnya : Surat Bara-ah itu diturunkan atas dasar kemurkaan , penuh dengan ancaman yang menakutkan , bahkan didalamnya terdapat ayat perang ( Qital ).

Sahabat Ibnu Abbas ra, berkata : “ Saya pernah bertanya kepada Sayyidina Ali ra, mengapa pada Surat Bara-ah tidak menulis lafazh  Bismillahir rahmaanir rahim ..??..” , kemudian beliau ra, menjawab : “ Bahwasanya Basmallah itu menunjukan kedamaian , sedangkan didalam Surat Bara-ah tidak terkandung kedamaian , surat itu diturunkan berhubung dengan peperangan,

Imam Asy-Syathibi , berkata : ‘Lasta Mubasmilan “ yang artinya tidak seorangpun dari para ahli Qira’at yang membaca Basmalah pada awal Surat Bara-ah, karena Rahmat dan Adzab , tidak akan dapat berkumpul.

Imam Jalaludin As-Suyuthi , mengatakan : Segolongan Ulama mengatakan , bahwa Al-Anfal dan Bara-ah itu adalah satu surat, bukan dua surat . ( dalam ->Tanasuqud-Durar Fi Tanasubis-Suwar ).

Syekh Muhammad ‘Ali Dawud ( Ulama dari Yordan ), mengatakan : Dan apabila seorang Qari hendak membaca At-Taubah mulai dari awal , tidak boleh memakai Basmalah , karena permulaannya itu menunjukan kemurkaan Allah swt yang Maha Mulya dan yang Maha Agung terhadap orang-orang Musyrik , dan kemurkaan tidak sesuai bila dipadukan dengan Kasih Sayang yang terdapat dalam Basmalah.

Adapun jika ia memulai bacaannya bukan dari awal Surat Bara-ah maka hukumnya boleh membaca Basmalah setelah membaca Isti’ adzah ( A’uudzu billaahiminasy-syaithaanir-rajiim ) à Kitab Ulumul  Qur’an wal Hadits – hal , 118

Wallahu a’lamu bishshawaab

Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s