Sujud Tilawah – ayat-ayat sajdah – سجدة


Sujud Tilawah: Sujud yang disunahkan pada saat membaca atau mendengar beberapa ayat tertentu dalam Alquran. Jumlah ayat-ayat itu adalah lima belas, yaitu:

1.   إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud. [ Al-A’raaf : 206 ]

2.   وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. [ Ar-Ra’d : 15 ]

3.   وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلائِكَةُ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. [  An-Nahl : 49 ]

4.   وَيَخِرُّونَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk [ Al-Israa : 109 ]

5.   أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ ءَايَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni`mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis .[ Maryam : 58 ]

6.   أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki [ Al-Hajj : 18 ]

7.   يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku`lah kamu, sujudhah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan [ Al-Hajj: 77 ]

8.   وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudhah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami [bersujud kepada-Nya]?”, dan [perintah sujud itu] menambah mereka jauh (dari iman) [ Al-Furqaan : 60 ]

9.  اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”. [ An-Naml : 26 ]

10.   إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri [ As-Sajdah : 15 ]

11.   قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ وَظَنَّ دَاوُدُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. [ Shaad : 24 ]

12.   فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لا يَسْأَمُونَ

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu [ Fushshilat: 38 ]

13.  فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia) [ An-Najm : 62 ]

14.  وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْءَانُ لا يَسْجُدُونَ

Dan apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud [ Al-Insyiqaaq : 21 ]

15.  كَلَّا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan) [ Al-‘Alaq : 19 ]

.

Demikianlah ayat-ayat sajdah itu, selanjutnya perlu diketahui bahwa ayat sajdah kedua dalam surat Al-Hajj, ayat-ayat sajdah yang berada pada surat Shaad, An-Najm, Al-Insyiqaaq, dan al-‘Alaq diperselisihkan oleh para ulama.

Sebagai tanda ayat-ayat sajdah itu adalah gambar mihrab pada akhir setiap ayat dan ditulis kata [ سجدة ] pada pinggir halaman.

Hukum Mengerjakan Sujud Tilawah

Berdasarkan dari dalil-dalil di atas dan banyak lagi dalil lainnya, para ulama umumnya mengatakan bahwa sujud tilawah hukumnya sunnah. Namun kalau kita perdalam lagi, sebenarnya ada sedikit variasi hukum yang mereka kemukakan.

1. Pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah

Mereka sepakat mengatakan bahwa hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkadah. Dalam pandangan mereka, sujud tilawah ini tidak menjadi wajib, karena Rasulullah SAW pernah juga tidak melakukan sujud tatkala membaca atau dibacakan ayat sajdah, yaitu sebagaimana disebutkan di dalam riwayat berikut ini:

Dari Zaid bin Tsabit berkata, “Aku membaca surat An-Najm di depan Nabi SAW namun beliau tidak melakukan sujud. (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

2. Pendapat mahzab Al-Hanafiyah

Cukup menarik kalau kita pelajari mazhab ini khususnya dalam hal sujud tilawah. Sebab mereka lah satu-satunya mazhab yang mengatakan bahwa hukum sujud tilawah itu wajib. Keterangan seperti itu bisa kita telusuri di dalam kitab Fathul Qadir jilid 1 halaman 382.

Untuk itu di antara dalil yang mereka gunakan adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

Sujud itu wajib bagi mereka yang mendengarnya ( ayat sajdah )

Namun hadits ini menurut Az-Zayla’i adalah hadits yang gharib, sebagaimana kita baca dalam kitab Nashburrayah jilid 2 halaman 178.

Namun para ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah tentu saja tidak hanya bergantung pada satu hadits ini saja. Ternyata mereka juga menggunakan hadits tentang syetan yang menangis melihat anak Adam bersujud. Di atas tadi kami sudah tuliskan haditsnya.

3. Pendapat mazhab Al-Malikiyah

Kalau kita baca dalam kitab Jawahirul Iklil jidil 1 halaman 71, kita akan dapati ternyata para ulama di dalam mazhab ini agak kurang kompak. Sebagain bilang bahwa sujud tilawah itu hukumnya sunnah yang bukan muakkadah. Sebagian lainnya mengatakan hukumnya fadhilah (keutamaan).

Yang bilang hukumnya sunnah ghairu muakkadah adalah Ibnu ‘Athaillah dan Al-Fakihani Sedangkan yang mengatakan hukumnya fadhilah adalah Al-Baji dan Ibnu Katib.

 

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah dilakukan hanya sekali saja, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Di dalam shalat, begitu selesai membaca ayat sajdah, kita disunnahkan untuk langsung sujud, tanpa ruku’ atau i’tidal. Sujudnya hanya sekali dan langsung berdiri kembali untuk meneruskan bacaan yang tadi sempat terjeda untuk sujud.

Sujud tilawah di dalam atau di luar shalat dilakukan di tengah dua takbir. Maksudnya, sujud itu dimulai dengan takbir lalu sujud lalu bangun dari sujud dengan takbir juga.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْعَوَّامِ قَالَ سَأَلْتُ مُجَاهِدًا عَنْ السَّجْدَةِ فِي ص قَالَ سُئِلَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَ { أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمْ اقْتَدِهْ } وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَسْجُدُ فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar Telah menceritakan kepada kami Gundar Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al ‘Awwam dia berkata; Aku bertanya kepada Mujahid mengenai ayat sajdah di dalam surat Shaad, lalu ia berkata; Ibnu ‘Abbas ditanya tentang hal itu lalu ia menjawab; Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (Al ‘An’am: 90). Dan Ibnu Abbas sujud pada ayat itu.

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّنَافِسِيُّ عَنْ الْعَوَّامِ قَالَ سَأَلْتُ مُجَاهِدًا عَنْ سَجْدَةٍ فِي ص فَقَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ مِنْ أَيْنَ سَجَدْتَ فَقَالَ أَوَ مَا تَقْرَأُ { وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ } { أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمْ اقْتَدِهْ } فَكَانَ دَاوُدُ مِمَّنْ أُمِرَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْتَدِيَ بِهِ فَسَجَدَهَا دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلَام فَسَجَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { عُجَابٌ } عَجِيبٌ الْقِطُّ الصَّحِيفَةُ هُوَ هَا هُنَا صَحِيفَةُ الْحِسَابِ وَقَالَ مُجَاهِدٌ { فِي عِزَّةٍ } مُعَازِّينَ { الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ } مِلَّةُ قُرَيْشٍ الْاخْتِلَاقُ الْكَذِبُ الْأَسْبَابُ طُرُقُ السَّمَاءِ فِي أَبْوَابِهَا قَوْلُهُ { جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ } يَعْنِي قُرَيْشًا { أُولَئِكَ الْأَحْزَابُ } الْقُرُونُ الْمَاضِيَةُ { فَوَاقٍ } رُجُوعٍ { قِطَّنَا } عَذَابَنَا { اتَّخَذْنَاهُمْ سُخْرِيًّا } أَحَطْنَا بِهِمْ { أَتْرَابٌ } أَمْثَالٌ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ الْأَيْدُ الْقُوَّةُ فِي الْعِبَادَةِ الْأَبْصَارُ الْبَصَرُ فِي أَمْرِ اللَّهِ { حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي } مِنْ ذِكْرِ طَفِقَ مَسْحًا يَمْسَحُ أَعْرَافَ الْخَيْلِ وَعَرَاقِيبَهَا { الْأَصْفَادِ } الْوَثَاقِ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ubaid At Thanafisi dari Al ‘Awwam dia berkata; Aku bertanya kepada Mujahid mengenai ayat sajdah pada surat Shaad. Ia menjawab; Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, pada ayat mana kamu bersujud? Ibnu Abbas menjawab; Apakah kamu tidak membaca; dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman,… (Al An’am: 84). Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (Al An’am: 90). Nabi Daud adalah salah satu orang yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kalian ikuti. Maka ketika Daud sujud pada surat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun sujud. ‘UJAABUN, artinya lembaran hisab. Mujahid berkata; FI ‘IZZATIN, yakni mereka dimuliakan. AL MILLAH AL AKHIRAH yaitu agama Quraisy yang bercampur kedustaan. JUNDUN MAA HUNAALIKA MAHZUUM, yaitu orang-orang Quraisy.

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنِي أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوَّلُ سُورَةٍ أُنْزِلَتْ فِيهَا سَجْدَةٌ وَالنَّجْمِ قَالَ فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَجَدَ مَنْ خَلْفَهُ إِلَّا رَجُلًا رَأَيْتُهُ أَخَذَ كَفًّا مِنْ تُرَابٍ فَسَجَدَ عَلَيْهِ فَرَأَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ قُتِلَ كَافِرًا وَهُوَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ

Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Telah mengabarkan kepadaku Abu Ahmad Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari Al Aswad bin Yazid dari Abdullah radliallahu ‘anhu dia berkata; Surat pertama kali yang di dalamnya ada ayat sajdah adalah surat An Najm. Abdullah berkata; Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang berada dibelakang beliau pun bersujud, kecuali seorang laki-laki yang aku lihat ia mengambil segenggam tanah lalu ia bersujud di atasnya. Setelah itu aku melihat orang itu terbunuh dalam keadaan kafir. Ia adalah Umayyah bin Khalaf.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indeks.


Indeks Al-Qur’an 114 Surat / 30 Juz .


Google

Main Menu

Indeks.

Daftar Surat Al-Qur an.

Qur an Player  2.1 –> Syi’ar Multimedia .

Terjemahan : Dep Ag Ripublik Indonesia.

Bahasa : Indonesia.

Tafsir : Jalaluddin As-Suyuthi – Jalaluddin Muhammad Ibnu Ahmad Al-Mahally.

l

1. AL- FAATIHAH / Al-Sab’ Al-Matsani / Umm Al-Kitab /Al-Syafi / Al-Kafi  . Surat Makiyah : Jumlah 7 Ayat  = 1-7/ 

2. AL- BAQARAH. Surat Madaniyah : Jumlah 286 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175/176-200/201-225/226-250/251-275/276-286/ 

3. AL-IMRAN. Surat Madaniyah : Jumlah 200 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175/176-200

4. AN- NISAA Surat Madaniyah : Jumlah 176 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175

5. AL- MAA-IDAH. Surat Madaniyah : Jumlah 120 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-120/ in.

6. AL- AN AAM. Surat Makiyah : Jumlah 165 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-165/

7. AL-A’ RAAF. Surat  Makiyah : Jumlah 206 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175/176-200/201-206/ 

8. AL- ANFAAL .  Surat Madaniyah : Jumlah 75 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/

9. AT- TAUBAH / Baraa’ah. Surat Madaniyah : Jumlah 129 Ayat  = 1-25/26-50/51-7576-100/101-129/

10. YUNUS. Surat Makiyah :  Jumlah 109 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-109/

11. HUD. Surat Makiyah : Jumlah 123 Ayat   = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-123/

12. YUSUF. Surat Makiyah : Jumlah 111 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-111/

13. AR- RA’D. Surat Madaniyah : Jumlah 43 Ayat  = 1-25/26-43/

14. IBRAHIM. Surat Makiyah :Jumlah 52 Ayat  = 1-25/26-52/

15. AL- HIJR. Surat Makiyah :Jumlah 99 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-99/

16. AN- NAHL. Surat Makiyah :Jumlah 128 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-128/

17. AL- ISRAA / Bani Israil . Surat Makiyah : Jumlah 111 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-111/

18. AL- KAHFI. Surat Makiyah : Jumlah 110 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-110/

19. MARYAM. Surat Makiyah : Jumlah 98 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-98/

20. THAAHAA. Surat Makiyah : Jumlah 135 Ayat  = 1-25
/26-50/51-75/76-100/101-125/126-135/
in.

21. AL- ANBIYAA. Surat Makiyah : Jumlah 112 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-112/ in.

22. AL- HAJJ. Surat Madaniyah : Jumlah 78 Ayat  = 1-25/26-50/51-78/

23. AL- MU’MINUN. Surat Makiyah : Jumlah 118 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-118/

24. AN- NUUR. Surat Madaniyah : Jumlah 64 Ayat  = 1-25/26-50/51-64/

25. AL- FURQAAN. Surat Makiyah : Jumlah 77 Ayat  = 1-25/26-50/51-77/

26. ASY- SYU ARAA. Surat Makiyah : Jumlah 227 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175/176-200/201-227/

27. AN- NAML. Surat Makiyah : Jumlah 93 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-93/

28. AL-QASHASH. Surat Makiyah : Jumlah 88 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-88/

29. AL- ANKABUUT. Surat Makiyah : Jumlah 69 Ayat   =1-25/26-50/51-69/

30. AR- RUUM. Surat Makiyah : Jumlah 60 Ayat  = 1-25/26-50/51-60/

31. LUQMAN. Surat Makiyah : Jumlah 34 Ayat  = 1-25/26-34/

32. AS- SAJDAH. Surat Makiyah :Jumlah 30 Ayat   = 1-30/

33. AL- AHZAB. Surat Madaniyah : Jumlah 73 Ayat  = 1-25/26-50/51-73/

34. SABA. Surat Makiyah : Jumlah 34 Ayat  = 1-25/26-34/

35. FATHIR / Al- Malaaikah. Surat Makiyah : Jumlah 45 Ayat  = 1-25/26-45/

36. YASSIIN. Surat Makiyah :Jumlah 83 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-83/

37. ASH- SHAAFFAAT. Surat Makiyah : Jumlah 182 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-100/101-125/126-150/151-175/176-182/

38. SHAAD. Surat Makiyah :Jumlah 88 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-88/

39. AZ- ZUMAR. Surat Makiyah : Jumlah 75 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/

40. AL- MU MIN / GhafirSurat Makiyah : Jumlah 85 Ayat   = 1-25/26-50/51-75/76-85/

41. AL- FUSHSHILAT / Haa, Miim As- Sajdah. Surat Makiyah : Jumlah 54 Ayat  = 1-25/26-54/

42. ASY- SYURA. Surat Makiyah : Jumlah 53 Ayat  = 1-25/26-53/

43. AZ- ZUKHRUF. Surat Makiyah : Jumlah 89 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-89/

44. AD- DUKHAAN. Surat Makiyah :Jumlah 59 Ayat  = 1-25/26-50/51-59/

45. AL- JAATSIYAH. Surat Makiyah : Jumlah 37 Ayat  = 1-25/26-37/

46. AL- AHQAAF. Surat Makiyah : Jumlah 35 Ayat  = 1-25/26-35/

47. MUHAMMAD. Surat Madaniyah : Jumlah 38 Ayat  = 1-25/26-38/

48. AL- FATH. Surat Madaniyah : Jumlah 29 Ayat  = 1-29/

49. AL- HUJURAAT. Surat Madaniyah : Jumlah 18 Ayat   =1-18/

50. QAAF. Surat Makiyah :Jumlah 45 Ayat  = 1-25/26-45/

51. ADZ- DZAARIYAAT. Surat Makiyah :Jumlah 60 Ayat  = 1-25/26-50/51-60/

52. ATH- THUUR. Surat Makiyah : Jumlah 49 Ayat  = 1-25/26-49/

53. AN- NAJM. Surat Makiyah : Jumlah 62 Ayat  = 1-25/26-50/51-62/

54. AL- QAMAR. Surat Makiyah: Jumlah 55 Ayat  = 1-25/26-50/51-55/

55. AR- RAHMAAN / ‘Arus Al-Qur’an . Surat Madaniyah : Jumlah 78 Ayat  = 1-25/26-50/51-78/

56. AL -WAAQI AH. Surat Makiyah : Jumlah 99 Ayat  = 1-25/26-50/51-75/76-99/

57. AL- HADIID.  Surat Madaniyah : Jumlah 29 Ayat = 1-29/

58. AL- MUJAADILAH. Surat Madaniyah : Jumlah 22 Ayat  = 1-22/

59. AL- HASYR. Surat Madaniyah : Jumlah 24 Ayat  = 1-24/

60. AL- MUMTAHANAH. Surat Madaniyah : Jumlah 13 Ayat  = 1-13/

61. ASH- SHAFF. Surat Madaniyah : Jumlah 14 Ayat  = 1-14/

62. AL- JUMU AH. Surat Madaniyah : Jumlah 11 Ayat  = 1-11/

63. AL- MUNAAFIQUUN. Surat Madaniyah : Jumlah 11 Ayat  = 1-11/

64. AT- TAGHAABUN. Surat Madaniyah : Jumlah 18 Ayat  = 1-18/

65. ATH- THALAAQ. Surat Madaniyah : Jumlah 12 Ayat  = 1-12/

66. AT- TAHRIIM. Surat Madaniyah :Jumlah 12 Ayat  = 1-12/

67. AL- MULK. Surat Makiyah :Jumlah 30 Ayat  = 1-30/

68. AL- QALAM. Surat Makiyah :Jumlah 52 Ayat  =1-25/26-52/

69. AL- HAAQQAH.  Surat Makiyah : Jumlah 52 Ayat  = 1-25/26-52/

70. AL- MA’ AARIJ.  Surat Makiyah : Jumlah 44 Ayat  = 1-25/26-44/

71. NUH.  Surat Makiyah : Jumlah 28 Ayat  = 1-28/

72. AL- JINSurat Makiyah : Jumlah 28 Ayat  = 1-28/

73. AL- MUZZAMMILSurat Makiyah : Jumlah 20 Ayat  = 1-20/

74. AL- MUDDATSTSIR Surat Makiyah : Jumlah 56 Ayat  = 1-25/26-50/51-56/

75. AL-QIYAAMAH. Surat Makiyah : Jumlah 40 Ayat  = 1-25/26-40/

76. AL- INSAAN/Ad- Dhar. Surat Madaniyah : Jumlah 31 Ayat  = 1-25/26-31/

77. AL- MURSALAAT Surat Makiyah : Jumlah 50 Ayat  = 1-25/26-50/

78. AN- NABA Surat Makiyah : Jumlah 40 Ayat  = 1-25/26-40/

79. AN- NAAZI AAT. Surat Makiyah :Jumlah 46 Ayat  =1 -25/26-46/

80. ‘ABASA. Surat Makiyah : Jumlah 42 Ayat  = 1-25/26-42/

81. AT- TAKWIIR. Surat Makiyah : Jumlah 29 Ayat  = 1-29/

82. AL- INFITHAAR. Surat Makiyah : Jumlah 19 Ayat  = 1-19/

83. AL- MUTHAFFIFIIN. Surat Makiyah : Jumlah 36 Ayat  = 1-25/26-36/

84. AL- INSYIQAAQSurat Makiyah : Jumlah 25 Ayat  = 1-25/

85. AL- BURUUJ.  Surat Makiyah : Jumlah 22 Ayat  = 1-22/

86. ATH- THAARIQSurat Makiyah :Jumlah 17 Ayat  = 1-17/

87. AL- A‘LAA. Surat Makiyah : Jumlah 19 Ayat  = 1-19/

88. AL- GHAASYIYAH. Surat Makiyah : Jumlah 26 Ayat  = 1-26/

89. AL- FAJR.  Surat Makiyah : Jumlah 30 Ayat  = 1-30/

90. AL- BALAD. Surat Makiyah :Jumlah 20 Ayat  = 1-20/

91. ASY- SYAMS. Surat Makiyah :Jumlah 15 Ayat  = 1- 15/

92. AL- LAILSurat Makiyah : Jumlah 21 Ayat  = 1-21/

93. ADH- DHUHAA. Surat Makiyah : Jumlah 11 Ayat  = 1-11/

94. ALAM-NASYRAH / Al-Insyiraah. Surat Makiyah : Jumlah 8 Ayat  = 1-8/

95. AT- TIIN. Surat Makiyah : Jumlah 8 Ayat  = 1-8/

96. AL- ‘ALAQSurat Makiyah :Jumlah 19 Ayat  = 1-19/

97. AL- QADR. Surat Makiyah :Jumlah 5 Ayat  = 1-5/

98. AL- BAYYINAH. Surat Madaniyah : Jumlah 8 Ayat  = 1-8/

99. AZ- ZALZALAH. Surat Madaniyah : Jumlah 8 Ayat  = 1-8/

100. AL- ADIYAAT.  Surat Makiyah : Jumlah 11 Ayat  = 1-11/

101. AL- QAARIAH. Surat Makiyah : Jumlah 11 Ayat  = 1-11/

102. AT- TAKAATSUR. Surat Makiyah : Jumlah 8 Ayat  = 1-8/

103. AL- ASHRSurat Makiyah :Jumlah 3 Ayat  = 1-3/

104. AL- HUMAZAH. Surat Makiyah : Jumlah 9 Ayat  = 1-9/

105. AL- FIIL.  Surat Makiyah : Jumlah 5 Ayat  = 1- 5/

106. QURAISY.  Surat Makiyah :Jumlah 4 Ayat  = 1-4/

107. AL- MAA UUN.  Surat Makiyah :Jumlah 7 Ayat  = 1-7/

108. AL- KAUTSAR. Surat Makiyah :Jumlah 3 Ayat  = 1-3/

109. AL- KAAFIRUUN. Surat Makiyah :Jumlah 6 Ayat  = 1-6 /

110. AN- NASHRSurat Madaniyah : Jumlah 3 Ayat  = 1-3/

111. AL- LAHAB.  Surat Makiyah :  Jumlah 5 Ayat  = 1-5/

112. AL- IKHLAS.  Surat Makiyah : Jumlah 4 Ayat  = 1-4/

113. AL- FALAQ.  Surat Makiyah : Jumlah 5 Ayat  = 1-5/

114. AN- NAASSurat Makiyah : Jumlah 6 Ayat   = 1-6/

30 Juz ~ Sujud Tilawah ~ Tanda-tanda Waqaf ~

Wikipedia

1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26 27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  41  42  43  44  45  46  47  48 49 50  51  52  53  54  55  56  57  58  59  60  61  62  63  64  65  66  67  68  69  70 71  72  73  74  75  76  77  78  79  80  81  82  83  84  85  86  87  88  89  90  91  92 93  94  95  96  97  98  99  100  101  102  103  104  105  106  107  108  109  110 111  112  113  114

Imam Bukhari – Imam Muslim [ rahimahullah ]



An-Naas = 1 – 6 / 6 ayat .@.X.- سورة الناس -.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 Dengan menyebut nama Allah (swt) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.


مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢

2. Raja manusia.


 إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣

3. Sembahan manusia.


 مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤

4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,


 الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.


 مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦

6. dari (golongan) jin dan manusia.

Indeks.


Al-Falaq = 1 – 5 / 5 ayat .@. X.- سورة الفلق -.



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 Dengan menyebut nama Allah (swt) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١

1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,


مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢

2. dari kejahatan makhluk-Nya,


 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣

3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,


وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤

4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,


وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥

5. dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

Indeks.


Al-Ikhlaash = 1 – 4 / 4 ayat .@.X.- سورة الإخلاص -.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 Dengan menyebut nama Allah (swt) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١

1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,


 اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.


 لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣

3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,


 وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ ﴿٤

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Indeks.